Selasa, 29 April 2014

The Power of Kepepet

Minggu, 27 April 2014

Cara Memasarkan Produk Baru

cara memasarkan produk baru


Produk baru yang bagus, belum tentu laris di pasaran. Kenapa? Salah satunya karena tidak memiliki cara memasarkan produk baru yang benar. Hal ini tidak hanya terjadi pada Usaha Kecil Menengah, bahkan Perusahaan besar pun bisa juga gagal memasarkan produk barunya ketika Cara Memasarkan Produk baru itu salah.


Lantas bagaimana Cara Memasarkan Produk agar laris? dibawah ini adalah artikel Cara Memasarkan Produk Baru yang simpel tapi powerful. Ditulis oleh Jaya Setiabudi atau lebih dikenal dengan JayaYEA dalam akun twitternya @JayaYEA. Jaya Setiabudi adalah seorang pengusaha kelas atas Indonesia yang telah puluhan tahun berkecimpung di Dunia Bisnis. Beliau juga sangat peduli tentang Iklim Kewirausahaan di Indonesia.


Cara Memasarkan Produk Baru


Di bawah ini adalah twit dari Jaya Setiabudi yang tentang cara memasarkan sebuah produk. Sebenarnya, tips ini bisa digunakan sebagai cara memasarkan produk baru maupun produk lama agar dagangan laris bahkan sejak hari pertama buka.



  1. Jika suatu produk memenuhi 1 syarat, yaitu ‘DICARI2′, maka #Produk itu akan mudah menjualnya.

  2. Kata ‘dicari2′ mencerminkan 2 hal: 1.Dibutuhkan 2.Minim persaingan atau tak ada yg sebanding. #Produk

  3. Jika suatu #Produk dicari2, maka gak ngoyo PROMOnya, cukup PUBLIKASI >> “I’m Here..” Jrengg.. laku deh..

  4. Kategori #Produk dicari2 itu bisa natural atau diciptakan. Terbaik adalah yang Natural; solusi dari masalah.

  5. Yang sering terjadi adalah Konsumen tak sadar bhw mrk sedang bermasalah >> Ini yg harus diedukasi.. #Produk

  6. Contohnya: orang tak sadar tentang pentingnya MENJAGA Kesehatan, sebelum dia terserang penyakit. >> Padahal itu Penting. #Produk

  7. Dlm kasus itu, Penjual perlu mengEDUKASI tentang Masalah yang akan timbul di masa mendatang. #Produk

  8. Solusinya bisa dengan olahraga teratur & mengkonsumsi Multivitamin >> Ini dagangan masuk. #Produk

  9. Bayangkan Anda termotivasi oleh Komisi penjualan produk yg besar, tapi produknya gak dicari2 & muahaal harganya. Mau? #Produk

  10. Bayangkan juga dari sisi calon konsumen, Anda paksa2 POKOKNYA harus beli, biar Anda dapat komisi >> Sadiss kan? #Produk

  11. Jadi menurut saya, penjual yg bagus itu gak perlu ngecap berlebih, tapi tahu cari target pasar yg ‘tepat’ >> membutuhkan..! #Produk

  12. Kedua, tugas penjual adalah benar2 menguasai Produk Knowledge. Bukan sekedar ngacap “Ruarrr Biasaahh..!” #Produk

  13. Karena ujung2nya penjualan itu kan mencari angka REPEAT ORDER + REFERAL, bukan Tipu Lari..! #Produk

  14. Sekarang tanyakan dahulu: Apakah #Produk menjadi solusi atau sekadar mengikuti rata2? Punya diferensiasi atau kiloan saja? #Produk

  15. Definisi Pemasaran: “Segala upaya u/ memuaskan pelanggan & menguntungkan perusahaan Anda..” Win-Win, bukan Win-HT #ehh #Produk

  16. Menjual produk memang tak mudah, tapi jangan mengkorbankan kredibilitas Anda. Renungkan.. sekian.. #Produk


Demikian tadi tips dari Jaya Setiabudi tentang cara memasarkan produk baru agar bisa laris. Semoga bermanfaat



Cara Memasarkan Produk Baru

Minggu, 20 April 2014

Power of Kepepet

Power of Kepepet Ebook The Power of Kepepet


Ternyata, kondisi kepepet memiliki power yang sangat luar biasa. Ingin bukti tentang The Power of Kepepet? simaklah pembahasan di bawah ini. Materi ini diambil dari Buku The Power of Kepepet karya Jaya Setiabudi. Buku ini sekarang tersedia dalam format ebook. Klik gambar di samping untuk lebih detail tentang ebook the power of kepepet karangan Jaya Setiabudi ini.


Power of Kepepet


Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam 9 esok hari, sebagai modal usaha?” Ya, sebagai modal usaha Anda. Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar, hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk mendapatkan 50 juta.


Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini, anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak bisa? Mayoritas akan menjawab, “Harus bisa”. Kenapa? Karena kepepet, jika tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang. Itulah The Power of Kepepet


Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak diberikan pilihan untuk “tidak bisa”, manusia akan mencari jalan untuk berpikir “bagaimana harus bisa”. Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak? Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.


Power of Kepepet VS Power of Iming-iming


Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya adalah hanya menggunakan impian sebagai ‘iming-iming’ untuk menggerakkan audiens. “Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? atau bahkan kapal pesiar?” Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.


Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. “Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!” kata managernya. “Gimana, semangat?” lanjut manager berinteraksi. “Semagaat..ngat..ngat!” sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,”Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?”. “Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak”. Setelah 3 bulan masa ‘iming-iming’ tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,”Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat, penghasilannya akan nol. “Trus anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.



Power of Kepepet

Senin, 14 April 2014

Kasih Sayang Ibu

Ikut acara seminar 7 Keajaiban Rezeki Ippho Santoso, rasanya perasaan kita itu diaduk-aduk. Kadang dibikin ketawa, senyum-senyum sendiri, merenung, sedih, meneteskan air mata, bahkan sampai nangis. Salah satu sesi yang membuat saya sempat meneteskan air mata adalah ketika diputarkan video dan dibacakan bait-bait puisi renungan tentang Kasih Sayang Ibu kepada Anaknya & balasan kita sebagi anaknya atas kasih sayang ibu.


kasih sayang ibu


Kasih Sayang Ibu


Di bawah ini adalah bait-bait puisi renungan Kasih Sayang Ibu itu, semoga bisa menginspirasi kita untuk terus berbakti kepada orang tua kita.


Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu. Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.


Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan. Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.


Saat kau berumur 3 tahun, memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang. Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.


Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna. Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan


Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah. Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.


Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah. Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”


Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola. Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke kaca jendela.


Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim. Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.


Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursusmu. Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.


Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja. Sebagai balasannya, kau pergi begitu saja tanpa memberi salam.


Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke suatu acara. Sebagai balasannya, kau minta dia duduk menjauh.


Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa. Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai di keluar rumah


Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.


Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu. Sebagai balasannya, kau tak pernah memberikan kabar.


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.


Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi. Sebagai balasannya, kau pakai kendaraan setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.


Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.


Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau meninggalkannya dan berpesta dengan teman-temanmu.


Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.


Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” Sebagai balasannya, kau jawab, “Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”


Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”


Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa berlibur.


Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.


Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”


Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.


Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”


Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk mengajakmu ke kondangan seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”


Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya. Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena ‘mereka’ datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

Itulah gambaran kasih sayang ibu kepada anaknya dan balasan kita sebagi anaknya.


Demikian Gambaran tentang Kasih Sayang Ibu Kita, semoga memberi inspirasi kita untuk berbakti kepada orang tua kita.


Buat yang ingin nonton video bait-bait puisi renungan Kasih Sayang Ibu di Youtube, klik disini.


JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN MEMBERIKAN KASIH SAYANG KITA LEBIH DARI YANG PERNAH KITA BERIKAN SELAMA INI, MESKIPUN KITA TAK KAN PERNAH BISA MEMBALAS KASIH SAYANG IBU.



Kasih Sayang Ibu

Kamis, 03 April 2014

Agar Dagangan Laris

Agar Dagangan LarisAda 7 formula agar dagangan laris. Materi ini saya ambil dari Buku Buka Langsung Laris karangan Jaya YEA. formula laris ini bukan hanya teori semata, karena ditulis berdasar pengalaman bisnis puluhan tahun oleh penulisnya. Praktisi pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun. Juga mentor bisnis yang telah terbukti melahirkan pengusaha sukses di bidangnya. Jaya Setiabudi Penulis Mega Best Seller “The Power of Kepepet” (15x cetak dan masih terus dicetak ulang) dan “Kitab AntiBangkrut” (20 ribu eksemplar). Pendiri Entrepreneur Camp (2006), dengan alumni lebih dari 3000 orang se-Indonesia. Pendiri Young Entrepreneur Academy (2007) Bandung, dengan rekor lebih dari 90% lulusannya adalah pengusaha.


7 formula agar dagangan laris


7 formula agar dagangan laris adalah membidik pasar potensial, produk yang ngangenin, kemasan yang menarik, merek yang ngetop, Saluran Distribusi = Promosi, Penyebar Virus, Pengungkit Konversi.


1. Membidik Pasar Potensial


Agar Dagangan LarisSleeping market berada di antara Existing market dan Potensial Market. Existing Market atau Bleeding Market alias Pasar yg berdarah2 karena kompetitornya sudah terlalu banyak, hingga harga pun sudah banting2an. Contohnya adalah pasar Laundry Kiloan, yang menjamur dimana2. Dulu memang bisnis yg bagus, sekarang sangat kompetitif. Kenapa begitu? Karena ENTRY BARRIER-nya tipis, alias siapa saja bisa masuk menjadi pemain dg mudahnya. Potensial Market: demand/permintaan udah ada/banyak, tapi pemasok/pemainnya sedikit. Contohnya: Martabak Bolu >> baru ada sedikit pemain, merek belum kuat. Potensial untuk memboomingkan. Sleeping Market: orang belum tahu itu produk apa alias belum kelihatan demandnya. Contohnya: dulu sebelum AQUA masuk ke Indonesia, orang tak terfikir akan minum air seharga bensin. Tentu effort yg dilakukan Pak Tirta Utomo (pendiri Aqua) sangatlah berat dalam “MengEdukasi Pasar”. “Untuk sekedar bertahan hidup, ikuti tren. Untuk membuat lompatan finansial, ciptakan tren”.


2. Produk yang Ngangenin


Bagaimana menguji suatu Produk yang Ngangenin? Kita pake cara praktis aja >> TES ke TARGET PASAR yang SERUPA. Misal: Target Pasar wanita, 25-35, min bermobil, utamakan kualitas –> Cari komunitas/kumpulan seperti itu. Komunitas: bisa jadi seminar, arisan, asosiasi, fanpage, milis, dll. Berikan Free tester & JANGAN MINTA TESTIMONI. Testimoni ampuh u/ berjualan, tapi bukan untuk dapat feedback yg jujur. Biarkan alami: Kalo Ngangenin, mereka akan TERIAK. Misal produk snack; komunitas arisan ibu pejabat; amati apakah produk Anda diambil & diambil oleh orang yg sama? Jika YA, jangan keburu percaya, bisa jadi ibu itu sedang lapar :p. Pastikan 80% orang yg mencoba, repeat. Sekali lagi, jangan latah menanyakan, “Gimana rasanya?” apalagi “Enak kan?” –> Ini minta persetujuan, bukan masukan. Kalo repeatnya kurang, baru minta feedback. Cari yg feedback Kritis & Pedas, bukan sekedar menghibur Anda.


3. Kemasan yang menarik


Coba deh, dan Anda akan TakJub, KONTEN produk yg sama, dg KEMASAN berbeda, menghasilkan OmZet berbeda. Jadi, pepatah “Don’t judge the book from its cover”, berlaku untuk kita, tapi jangan harap untuk orang lain. Pelajaran: dengan mengubah BENTUK/KEMASAN saja, bisa membuat produk Anda lebih laris dari sebelumnya. Buktikan! #BOOMING


4. Merek yang Ngetop


Berikut Aturan Merek yang Ngetop.



  • Satu: Sesuai dg Target Pasarnya; Misal: wanita, 25-35, feminim, mid class, karir, kira2 lebih cocok merek apa?

  • Terasosiasi oleh Diferensiasi; Bagaimana orang yg dengar/lihat, langsung ‘ngeh’ apa spesial dibanding merek lain. Misal: Oseng Mercon, terasosiasi oleh pedasnya. Nasi Kalong, hitam, buka di malam hari.


  • Hindari Singkatan Konsonan; Selain sukar diingat, juga sukar terasosiasi oleh produknya. Salon GSC > kayak apa ya? >> parahnya ternyata berjejer toko GCS, CGS, GSC, SGC, pusing deh… Mana yang benar ya? >> membingungkan. 


  • Empat: Hindari Angka; Mirip dg singkatan konsonan, sukar diingat & tak terasosiasi oleh produknya. Tau BAKPIA PATOK? Nomor brapa yg asli atau pertama? 25, 35, 45, 65, 75, 52? Bingung kan? Jawabnya: 75 yg pertama, tapi 25 yg populer sekarang, karena pemasarannya jago! Lha Es Teler 77 tetap nomor 1 tuh! >> Karena nggak ada pesaing/follower yg sebanding saat awal.

  • Unik; Kalau saya sebut “rawon”, apa yg ada di benak Anda? Yup, Rawon Setan! Meskipun Anda belum pernah mencicipi. Tak harus berkonotasi negatif. Bisa saja Anda buat Rawon Malaikat, buka disamping Rawon Setan >> #BOOMING. kemudian kasih sign board >> Pilih Neraka atau Surga..? Laris..!

  • Mudah diucapkan dan diingat; Coba baca 10 kali dengan cepat: Nasakasaskiskasà keriting deh lidahnya.


Merek yang ngeTOP membuat orang penasaran untuk membeli, tapi Produk yang Ngangenin yang membuat orang kembali lagi.


5. Saluran Distribusi = Promosi


Agar Dagangan LarisArtinya menemukan yg pas Channel Distribution (Saluran Distribusi) yg juga merupakan Channel Promotion (Saluran Promosi). JIka Formula 1 – 4 mempersiapkan produk, Formula ke 5 >> Memasarkan Produk. Outcomenya adalah Penjualan Merata.Channel D adalah saluran untuk menyampaikan produk dari produsen ke konsumen. Seberapa pentingkah Ch.D? Jika 4 formula sebelumnya sudah dipenuhi dan anggap produk langsung #BOOMING >> kemudian, pelanggan mencari2 produk & merek Anda, yg ternyata tak ada di pasaran, apa yg terjadi? >>Mereka akan menunggu atau mencari di tempat lain..? Tergantung. Selama 1.Tak ada kompetitor masuk di area itu, 2.Diferensiasi/brand Anda kuat & 3.Halangan harga u/ mencoba merek lain besar. Jika ketiga hal itu belum terpenuhi, maka pelanggan akan mencoba produk lain, saat produk Anda lengah di distribusi. Bagaimana jika ternyata produk orang lain tak kalah Ngangenin dibanding produk Anda? Maka mereka akan pindah ke lain hati.


6. Penyebar Virus


Agar Dagangan Laris


Setelah kita menentukan Channel D = P yg Low Budget, tapi Powerful, kita sundul dengan FORMULA ke 6: PENYEBAR VIRUS. Penyebar Virus ini SUPER PENTING, karena: Semerata Channel D Anda, tanpa dikenal orang banyak, barang akan STUCK..! Penyebar Virus ini bisa seseorang yang berpengaruh, sekelompok, bisa media, bisa suatu sistem/model. 4 Kategori Penyebar Virus yg #BOOMING : 1.STAR 2.SOCMED 3.COMMUNITY 4.SYSTEM


7. Pengungkit Konversi


Untuk pembahasan mengenai pengungkit konversi, beli langsung aj ebooknya :D Semua dibahas lebih detail dan lebih lengkap di Ebook Buka Langsung Laris. silahkan langsung membeli di Yubistore, toko online yang didirikan oleh Jaya Setiabudi. klik >> Yubistore.



Agar Dagangan Laris